Selasa, 29 April 2008

Fluktuasi

Dinamis dan Stabil

Harga Beras September – Oktober 2007

Kebijakan Pemerintah dalam menstabilkan harga beras diyakini banyak pihak dapat melindungi kepentingan produsen, khususnya petani dalam negeri. Untuk itu, ditetapkan harga beras maksimal yaitu sebesar Rp 4.750 per kilogram (kg) untuk kualitas rendah. Penetapan harga ini berlaku secara nasional sejak September 2007 lalu. Namun, penetapan tersebut tergantung di daerah masing-masing.


Pada saat penghitungan, harga beras di Jakarta, sebesar Rp 4.250 per kg, Medan Rp 5.200, dan Jayapura Rp 6.000 per kg. Dari variasi harga tersebut muncul angka Rp 4.750 per kg sebagai harga rata-rata. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), harga beras yang pada tahun 2005 pernah meningkat sampai 6,67 persen, maka pada tahun 2006 harganya rata-rata mengalami penurunan 0,5 persen. Jika dibandingkan dengan harga rata-rata tahun 2007, harga beras ini pun menurun rata-rata sebesar 1,49 persen pada minggu ketiga September 2007.

Harga Grosir Beras PIC Jakarta

IR I

Rp.

4.950 /kg

IR II

Rp.

4.650 /kg

IR III

Rp.

4.250/kg

Status tanggal 26-10-2007

Rata-rata Nasional Harga

Beras Medium Tingkat Konsumen

Setara CBP

Rp.

4.663/kg

Banyak Beredar

Rp.

5.028/kg

Status tanggal 26-10-2007

Harga ini berlaku di sejumlah kota di Pulau Jawa. Meskipun demikian, menurut data BPS, harga beras termurah di 14 kota sudah menyentuh angka Rp 5.000 per kg. Selain itu, harga beras yang paling banyak dikonsumsi bervariasi mulai dari Rp 5.000 per kg sampai Rp 6.120 per kg. Harga beras pun tetap stabil sampai lebaran.


Kenaikan beras menjelang lebaran memang sempat terjadi di beberapa daerah, seperti Semarang, Jawa Tengah. Harga beras jenis C4 sebelumnya Rp 4.300 hingga Rp 4.400 per kg naik menjadi Rp 4.400-Rp 4.500 per kg. Cisadane dari Rp 4.400-Rp 4.500 per kg naik menjadi Rp 4.500-Rp 4.600 per kg. Beras Bramo sebelumnya seharga Rp 4.800-Rp4.900 per kg naik menjadi Rp 4.900-Rp 5.000 per kg. Mentik Wangi dari Rp 5.100-Rp 5.200 naik menjadi Rp 5.200-Rp 5.300 per kg. Kenaikan ini terjadi karena permintaan konsumen untuk persiapan kebutuhan lebaran mulai ramai.


Di Jawa Barat, Operasi Stabilisasi Harga Beras (OSHB), mampu menahan laju kenaikan harga beras di tingkat konsumen. Berdasarkan data dari BPS, terdapat perkembangan harga beras termurah pada minggu ke-III September 2007 di Cirebon dengan harga Rp 4.371 per kg, Bandung Rp 4.715 per kg, dan Tasikmalaya Rp 4.149 per kg.


Memasuki minggu terakhir bulan Oktober 2007, harga beras di tingkat konsumen di Pekanbaru dan Kota Batam masih stabil. Beras yang banyak dikonsumsi (beras kualitas medium) seharga Rp 5.000 per kg. Sedangkan beras super sekitar Rp 5.500 sampai Rp 6.000 per kg. Hal ini disebabkan oleh persedian di tingkat penjual maupun pedagang masih cukup. Distribusi beras dari daerah pemasok seperti Sumatra Barat, Sumatra Utara, Palembang, dan Lampung, masih normal dan lancar .


Di Medan, harga beras medium untuk jenis IR 64 dan Jongkong berkisar pada harga Rp 5.000 per kg. Pada minggu ke-1 dan ke-2, harganya masing-masing Rp 4.911 per kg dan Rp 4.923 per kg. Untuk harga rata-rata beras jenis IR 64 pada September berada pada level Rp 5.042 per kg. Sementara, pada Oktober berada pada harga Rp 4.955 per kg, atau mengalami penurunan sebesar 1,73 persen.


Namun demikian, harga beras di Riau d
iperkirakan akan mengalami kenaikan harga pada awal November ini. Hal tersebut disebabkan karena pendistribusian beras dari propinsi tetangga sedikit terhambat karena jalur transportasi yang terganggu akibat musim hujan. Untuk mengantisipasi terjadinya kenaikan harga beras di tingkat konsumen mulai pertengahan September 2007, Bulog Divisi Regional (Divre) Riau telah melakukan penjualan beras OSHB dengan harga tebus di gudang Bulog Rp 4.650 per kg, dan harga di tingkat pengecer Rp 5.000.

Sementara itu, kenaikan tarif tol sebesar 20 persen yang telah ditetapkan pemerintah, ternyata tidak berdampak pada kenaikan harga beras di Pasar Induk Cipinang, Jakarta. Dampak dari tarif tol tidak signifikan mempengaruhi kenaikan harga beras. Suplai maupun distribusi beras di Pasar Induk Cipinang, relatif lancar. Persediaannya pun dapat dikatakan cukup. Kenaikan harga yang terjadi di tingkat pengecer pun jumlahnya tidak besar, hanya sekitar lima persen dari harga sebelumnya. QYH

Tidak ada komentar: