Selasa, 29 April 2008

Nusantara

Lumbung Padi di Provinsi Jambi

Kabupaten Kerinci

Tidak hanya dikenal dengan potensi wisatanya yang mempesona, Kerinci juga menjadi sentra produksi pertanian di Jambi. Daerah berhawa sejuk ini pun dikenal sebagai penghasil padi terbesar di Jambi, dan salah satu produsen kayu manis terbesar di dunia.

Kabupaten Kerinci merupakan satu dari 10 kabupaten/kota yang ada di Provinsi Jambi. Berada di antara 10 40’ Lintang Selatan sampai dengan 20 26’ Lintang Selatan dan di antara 1010 08’ Bujur Timur dengan 1010 50’ Bujur Timur, Kerinci memiliki iklim tropis dengan suhu rata-rata sekitar 220 C. Populasi penduduknya, menurut sensus tahun 2006, sebanyak 311.354 jiwa, terdiri dari 154.227 laki-laki dan perempuan sebanyak 157.127. Oleh karena itu, Kerinci merupakan Kabupaten dengan penduduk terbesar kedua di Propinsi Jambi setelah Kota Jambi.

Kabupaten yang berada paling Barat dari ibu kota Provinsi Jambi ini, merupakan daratan tinggi, berada di antara 500 meter sampai dengan 1.500 meter dari permukaan laut, dengan total wilayah seluas 420.000 km². Wilayahnya terdiri dari lahan hunian dan budi daya seluas 205.000 hektar dan 215.000 hektar atau 50 persen lebih terdiri hutan lindung, bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS). Taman ini dikenal sebagai surga bagi keaneka ragaman hayati, sekaligus berfungsi sebagai paru-paru dunia.

Saat ini Kabupaten Kerinci terdiri dari 15 Kecamatan, yaitu Kecamatan Batang Merangin, Kecamatan Gunung Raya, Kecamatan Danau Kerinci, Kecamatan Keliling Danau, Kecamatan Sitinjau Laut, Kecamatan Tanah Kampung, Kecamatan Kumun Debai, Kecamatan Sungai Penuh, Kecamatan Air Hangat, Kecamatan Air Hangat Timur, Kecamatan Depati Tujuh, Kecamatan Siulak, Kecamatan Gunung Kerinci, Kecamatan Kayu Aro, dan Kecamatan Gunung Tujuh. Lebih kurang 300 desa tersebar di sana. Uniknya, hampir setiap desa memiliki ciri khas logat bahasa tersendiri yang berbeda antara satu desa dengan desa lainnya, meskipun desa itu sangat berdekatan.

Kabupaten yang dikenal juga dengan sebutan Sakti Alam Kerinci ini, secara administratif di sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatra Barat. Di sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Merangin, Sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bungo, dan di sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Muko-muko, Provinsi Bengkulu.

Daerah yang berhawa sejuk dan terletak di sepanjang bukit barisan ini juga terkenal dengan pesona alam yang unik dan memukau, di antaranya adalah Gunung Kerinci. Gunung yang puncaknya berada pada ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (dpl), ini merupakan gunung berapi aktif tertinggi di Indonesia. Sementara itu, di kaki Gunung Kerinci terhampar perkebunan teh yang luas menghijau milik PTPN VI Kayu Aro. Pesona alam lainnya adalah Bukit Khayangan, Danau Belibis, Danau Lingkat, Danau Kerinci, sumber air panas Semurup, hingga Air Terjun Telun Berasap.

Di antara potensi wisata yang ada, Danau Gunung Tujuh dikenal memiliki daya tarik yang memukau. Berada di ketinggian 1.950 dari permukaan laut, Gunung Tujuh merupakan danau tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Danau yang oleh sebagian warga sekitar disebut juga dengan nama “Danau Dewa” ini memiliki luas sekitar 12 kilometer persegi, dengan kedalaman maksimal 40 meter, dikelilingi oleh gunung vulkanik yang memiliki tujuh puncak, dan puncak tertingi adalah 2.732 meter dpl.

Tak hanya itu, Danau Gunung Tujuh merupakan danau kaldera yang bukan saja memiliki keindahan dan geomorfology yang luar biasa. Beberapa kalangan meyakini danau ini sebagai “radiator” yang menjadi pendingin Gunung Kerinci, karena letaknya yang berdekatan.

Setiap orang memang terkagum-kagum dengan pesona alam Kerinci yang memukau. Amien Rais, mantan Ketua MPR RI, ketika berkunjung ke kabupaten ini pernah berucap, “Jangan mati sebelum ke Kerinci.” Ditambah lagi dengan ritual adat dan kesenian khas daerah ini seperti sike rebana, tari rangguk, dan yang paling populer saat ini adalah tari rentak kudo yang merupakan tarian massal yang selalu hadir dalam berbagai perayaan masyarakat setempat, menambah pesona daerah ini. Sehingga penyair-penyair setempat sering menyebutkan Kabupaten Kerinci dengan sebutan “Sepenggal Tanah Surga yang dititipkan di bumi”.

Selain itu Alam Kabupaten Kerinci juga menyimpan potensi lain, misalnya potensi galian andesit yang terdapat di desa Sanggaran Agung Kecamatan Danau Kerinci, Tj. Batu, Kaliangga, dan Pulau Pandan Kecamatan Batang Merangin. Ada juga emas yang terdapat di Sei Kumun Udik, Bukit Kayangan, Sei Indra Pura, Sei Betung Mudik, Siulak, Sei Jambu. Selain itu, kwarsa juga terdapat di Simpang Tutup, Siulak Deras, dan daerah lainnya.

Di atas semua itu, ditinjau dari kesuburan tanah dan luas lahan, Kabupaten Kerinci dikenal sebagai daerah pertanian yang sangat potensial, dengan tanaman primadona yaitu, Kayu Manis (Cassiavera) untuk bidang perkebunan dan padi (Oriza Sativa) untuk tanaman pangan. Meskipun merupakan daratan tinggi yang terletak di sepanjang bukit barisan, namun Kabupaten yang populer dengan beras Payo ini merupakan lumbung padi Provinsi Jambi. Di kaki bukit terhampar lahan persawahan, yang saat ini lebih kurang seluas 30.601 hektar. Pada tahun 2005 Kabupaten Kerinci pernah memperoleh penghargaan di bidang ketahanan pangan dari Presiden Republik Indonesia.

Tabel Luas Lahan Pertanian (Lahan basah dan kering)

Jenis Tanaman

Luas Tanam

Luas Panen

Padi Sawah

30.601

29.967

Padi Ladang

53

63

Jagung

2.725

2.606

Ubi Kayu

303

279

Ubi Jalar

1.949

1.881

Kacang Tanah

342

307

Kedele

29

27

Kacang Hijau

25

29

Pada tahun 2007, untuk terus meningkatkan produksi padi, Pemerintah Kabupaten Kerinci mengembangkan empat jenis padi verietas unggul, yaitu, varietas Konawe, Pandan Wangi, IR46, dan verietas baru Cisantana. Keistimewaan keempat bibit verietas unggul tersebut, di antaranya tahan terhadap berbagai macam penyakit dan usia panennya lebih cepat dibandingkan dengan verietas padi yang dikembangkan selama ini di Kabupaten Kerinci.

Namun, laju pertumbuhan penduduk yang terus bertambah, juga mengakibatkan derasnya arus alih fungsi lahan sawah potensial menjadi lahan pemukiman atau perumahan, pasar, perkantoran, dan sebagainya. Setiap tahunnya diperkirakan 2,0 – 2,5 persen (343 -428 hektar) lahan persawahan yang dialihfungsikan. Fenomena ini telah berlangsung sejak 30 tahun yang lalu dan akan terus berlangsung, karena tidak ada lahan alternatif yang bisa dijadikan kawasan pengembangan penduduk, kecuali sawah. Lahan lain yang kosong hanyalah perbukitan.

Banjir yang hampir setiap tahunnya datang, selalu menyisakan kepahitan mendalam bagi masyarakat, terutama di Kecamatan Hamparan Rawang Kecamatan Sitinjau Laut, dan Kecamatan Tanah Kampung. Sawah yang sudah ditanami bahkan ada yang siap panen seringkali rusak akibat banjir. Hal ini jika tidak segera dicarikan solusi, maka pada saatnya nanti bisa dipastikan di “Sepenggal Tanah Surga ini” akan berubah menjadi “Neraka Kelaparan”. Teori paling sederhananya mengatakan, karena alasan perut orang mencuri, merampas, bahkan membunuh. JAM

Mohd. Rahman:

“Fungsikan Lahan-lahan Alternatif!”

Diperkirakan, sekitar akhir tahun 2008, salah satu daerah penghasil Cassiavera (kayu manis) terbesar di dunia ini akan melaksanakan pemeilihan bupati secara langsung untuk pertama kalinya. Meskipun terbilang agak lama, namun perbincangan tentang siapa yang lebih pantas menggantikan H. Fauzi Siin (Bupati Kerinci sekarang) untuk memimpin Kabupaten Kerinci pada periode selanjutnya, telah menggema ke permukaan sejak awal tahun 2006, terutama di kalangan aktivis muda, politisi, tokoh masyarakat, dan media setempat.

Nama-nama bakal calon Bupati Kerinci yang saat ini tengah ramai diperbincangkan dan selalu menghiasi media setempat, di antaranya adalah H. Hasani Hamid (Wakil Bupati Kerinci 2004-2008), Ir. Zubir Muchtar (Sekretaris Daerah Kerinci 2004-2008), Ferry Siswadi (Wakil Ketua DPRD Kerinci 2004-2009), dan Adirozal (Saat ini menjabat sebagai Wakil Walikota Padang Panjang, Sumatra Barat). Oleh berbagai kalangan setempat, pemilihan bupati yang akan dilangsungkan pada akhir tahun 2008 itu diramalkan akan berlangsung ketat, karena nama-nama tersebut di atas adalah putra-putra terbaik daerah Kerinci saat ini.

Dan, pertarungan itu diperkirakan akan semakin ketat lagi dengan munculnya nama putra terbaik Kerinci lainya, Ir. Mohammad Rahman, mantan Ketua Badan Penilitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Provinsi Jambi, yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Dinas/Badan di tujuh instansi pada Pemerintah Daerah Kerinci. Selain itu, ayah dari satu orang putra dan satu putri ini jauh dari sifat arogan dan dikenal sangat dekat dengan berbagai kalangan, terutama dengan kalangan akar rumput (grass root). Lebih-lebih, ketika masih menjabat sebagai salah satu orang penting di Pemerintah Daerah Kerinci relatif bersih dari tindakan korupsi, juga tidak memiliki musuh politik. Inilah yang membuat ia lebih diperhitungkan ketimbang calon-calon lainnya.

Bertempat di kediamannya di Desa Penawar Kecamatan Sitinjau Laut, Kabupaten Kerinci, Jamidi, kontributor Majalah PADI untuk Provinsi Jambi berhasil mewancara mantan birokrat kawakan yang sarat dengan pengalaman ini, terkait keinginnya untuk maju sebagai calon Bupati Kerinci pada pemilihan Bupati Kerinci pada akhir tahun 2008 nanti. Bagaimana konsep pria kharismatik, enerjik, dan murah senyum ini untuk memajukan Kabupaten Kerinci khususnya di bidang pertanian dan pangan, jika kelak terpilih sebagai Bupati Kerinci untuk priode selanjutnya? Berikut petikannya

Program apa saja yang Anda lakukan selama menjabat sebagai Kepala Balitbangda Prov. Jambi yang menyangkut kepentingan orang banyak?

Program utama yang saya lakukan selama menjabat sebagai Kepala Balitbangda pada intinya ada beberapa program penelitian yang menyangkut hajat hidup orang banyak, yaitu pengembangan karet satu juta hektar yang merupakan realisasi dari program penelitian. Yang kami lakukan tentang perilaku petani karet yang tindak lanjutnya berupa kerjasama pendirian beberapa pabrik bahan baku ban yang bekerjasama dengan PT Good Year di wilayah Sumatra
Bagian Selatan (Sumbagsel).

Selain itu, saya mengembangkan sawit menjadi produk olahan dalam bentuk CPO dan ditndaklanjuti pula dengan pengembangan energi alternatif biodiesel. Yang perlu diingat juga, kami juga melakukan penelitian-penelitian mengenai Teknologi Tepat Guna untuk masyarakat kelas bawah.

Lalu, apa yang mendorong Anda untuk maju menjadi calon Bupati Kerinci?

Berdasarkan pengalaman selama menjadi pimpinan di 7 (tujuh) dinas di kabupaten Kerinci dan Kepala Balitbangda Prov. Jambi, saya merasa terpanggil untuk berbagi pengalaman dalam rangka membangun Kerinci. Saya bermaksud merubah tatanan sosial ekonomi dan budaya masyarakat Kerinci ke depan, yang didasari kondisi yang ada sekarang.

Apa visi, misi, dan konsep Anda dalam mengembangkan pertanian di Kerinci?

Visi ke depan adalah menjadikan Kerinci sebagai kawasan yang terpadu dan mandiri dengan titik berat pelaksanaan program kerja adalah menjadikan Kerinci sebagai sentra produk-produk pertanian dan ekonomi lainnya.

Bagaimana cara mewujudkannya, dan apa yang menjadi prioritas program kerja Anda nantinya?

Untuk mewujudkan hal tersebut perlu diprioritaskan hal-hal, seperti pembangunan infrastruktur yang mendukung pemasaran hasil-hasil pertanian, memperkecil kemiskinan yang diakibatkan pertanian tradsional dan memfungsikan kembali balai latihan ke arah peningkatan sektor pertanian, serta mendudukkan kembali lembaga-lemabaga swadaya masyarakat ke dalam proporsi yang sebenarnya.

Saya akan terus mengupayakan pemahaman kesatuan adat kedalam sinergitas pemerintahan. Selain itu, komoditas unggulan Kabupaten Kerinci sampai sekarang di samping tanaman pangan adalah kayu manis. Untuk itu, ke depan akan diupayakan agar produk yang dipasarkan berupa produk olahan, seperti bubuk maupun minyak atsiri dan sirup, bukan lagi berupa bahan baku semata-mata seperti kondisi saat ini.

Khusus untuk persawahan, apa visi, misi dan konsep yang Anda tawarkan?

Saat ini persawahan di Kerinci menggunakan pola intensifikasi yang sering menimbulkan ketergantungan terhadap sarana produksi, seperti pupuk dan obat-obatan. Ke depan ekstensifikasi masih bisa dilakukan di Kabupaten Kerinci terutama di daerah Pelompek Kyu Aro dan Renah Pemetik.

Apa sajakah kendala dan hambatan untuk mewujudkan semua hal tersebut? Dan, bagaimana jalan keluarnya?

Sejauh ini tidak satu pun Balai Penyuluh Pertanian yang memerankan dirinya sebagai demplot (lahan percobaan) yang layak dicontoh oleh masyarakat. Untuk itu, perlu diberikan peran yang lebih besar kepada para penyuluh untuk menghasilkan bibit yang unggul sehingga hasilnya menjadi lebih optimal. Di samping itu, tenaga-tenaga penyuluh harus dikembalikan pada satu institusi yang bertanggung jawab (satu atap) sehingga jaminan kehidupan mereka jelas dan memotivasi mereka untuk lebih baik.

Jaringan kerja yang semestinya sudah berjalan ternyata belum berfungsi sama sekali, akibat the wrong man on the wrong place. Manajemen produksi dan pemasaran di sektor pertanian seharusnya merupakan kesatuan antara petani, fasilitator, pemerintah, serta pengusaha yang membentuk suatu interlinkage dalam mengelola sumberdaya pertanian.

Jumlah penduduk Kerinci terus bertambah. Namun, lahan persawahan semakin lama semakin menyempit oleh pembangunan rumah dan sarana-sarana lainnya. Bagaimana solusi Anda untuk masalah ini?

Untuk mengatasi masalah ini, jika saya dipercaya oleh masyarakat untuk memimpin Kabupaten Kerinci pada periode selanjutnya, saya akan membuka dan memfungsikan lahan-lahan alternatif. Sebab, di beberapa tempat di Kabupaten Kerinci terdapat lahan yang cukup luas dan sangat potensial untuk dijadikan sebagai lahan persawahan, yang sampai saat ini belum tergarap.

Misalnya, di Desa Pelompek, Kecamatan Gunung Tujuh, ada lebih kurang seluas 10.000-20.000 hektar, di Renah Pemetik Kecamatan Air Hangat Timur lebih kurang seluas 10.000 hektar, dan di Barung Pulau Kecamatan Batang Merangin lebih kurang 3000 hektar. Artinya, lebih luas dari lahan persawahan yang ada di Kabupaten Kerinci saat ini. Jika ini diwujudkan dan dikelola dengan baik dan sungguh-sungguh, maka akan memberikan keuntungan yang sangat signifikan, terutama bagi masyarakat dan pemerintah. JAM

Boks 2

Riwayat hidup Mohd. Rahman

Nama : Mohd. Rahman

Tempat/tanggal lahir: Kerinci, 3 Agustus 1951

Keluarga:

Istri : Hj. Siti Hajir

Anak : Yaudil Hery, S.Tp, M.T. dan Asti Harkeni, S.Si, M.Si.

Cucu : 1. Zalfa Akhira Syahrendra

2. Rajwa Syahrendra

3. Rafi Ramadhan Hudsi

4. Azizah Khairunniswah Hudsi

Riwayat Pendidikan:

1. Universitas Muhammadiyah, Bengkulu

2. Universitas Surapati, Jakarta

Karier:

  1. Kepala Statistik Kabupaten Kerinci 1993-1996
  2. Asisten Pembangunan Pemda Kerinci 1996-1998
  3. Kadis Perhubungan Pemda Kerinci 1998-1999
  4. Ketua Bappeda Kabupaten Kerinci 1999-2000
  5. Kadis Pendapatan Daerah Kabutapen Kerinci 2000-2002
  6. Kepala Badan Pengawas PDAM Tirta Sakti 2001-2003
  7. Kadis Perindag Kabupaten Kerinci 2002-2004
  8. Kadis Koperasi Kabupaten Kerinci 2004
  9. Kabalitbangda Provinsi Jambi 2004-2007

Prestasi:

  1. Satya Lencana Sepuluh Tahun Kesetiaan kepada Negara tahun 2000
  2. Satya Lencana Dua Puluh Tahun Kesetiaan kepada Negara 2002

Tidak ada komentar: