Jumat, 28 November 2008

Resto

Persembahan Cinta Pada Budaya

Warung Mbah Jingkrak

Kecintaan, kebanggaan, dan keinginan yang besar untuk melestarikan segala sesuatu yang terkait dengan budaya Jawa. Itulah alasan utama yang melatarbelakangi berdirinya rumah makan ini. Tampilan fisik, menu-menu yang tersedia, serta konsep layanannya menjadi bukti.

Konsep bangunannya berupa joglo, seperti halnya rumah adat Jawa. menu-menu home cooking yang ditawarkan, teknik penyajian, dan pelayanannya begitu khas. Ditambah lagi oleh lantunan gending Jawa dari kelompok karawitan membuat suasana Jawa menjadi semakin terasa, dan akan membawa Anda ke pelosok ndeso nun di Jawa sana.

Begitulah cerminan Warung Mbah Jingkrak. Rumah makan yang terletak di Jalan Bulungan 26 Jakarta Selatan, ini memiliki begitu banyak koleksi benda-benda antik yang punya nilai historis di antaranya lemari, kursi, meja, lantai keramik, pelana kuda, iklan-iklan lama, gebyok, dan lain-lainnya. Beberapa di antara deretan koleksi yang dimiliki ada yang sudah berumur lebih dari 200 tahun yaitu gebyok dan joglo dari Bojonegoro yang terbuat dari kayu jati. Setelah mengoleksi benda-benda itu timbul keinginan bagaimana masyarakat luas bisa menikmati koleksi-koleksi yang dimiliki.

Dari situlah muncul inspirasi untuk mendirikan restoran, karena makanan rumahan sehari-hari masyarakat Jawa pada umumnya juga layak disejajarkan dengan makanan-makanan modern yang ada. Selain itu, pengelola juga ingin memberikan kemudahan bagi mereka yang supersibuk di metropolitan ini dan ingin menikmati makanan sehari-hari orang-orang Jawa dengan suasana ndeso.

Untuk menyajikan makanan-makanan rumahan orang Jawa itu ternyata perlu persiapan yang agak rumit. “Khusus bagi orang non-Jawa kita ingin memperkenalkan ini, lo budaya dan masakan orang Jawa,” tutur Anggriyani Yunita, pengelola Warung Mbah Djingkrak, tentang latar belakang berdirinya rumah makan dioperasikan mulai Desember 2006 itu.

Menu-menu spesial masakan Jawa yang ditawarkan resto ini begitu beragam dan dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan bahan utama maupun cara pengolahannyaa. Ada menu yang berbahan ayam, seperti Ayam Kenari, Ayam Besengek, Ayam Bakar B. Bali, Ayam Bumbu Rujak, Ayam Kaul, Ayam Opor, Ayam Rambut Setan, Ayam Bumbu Kecap, AyamTauco, Ayam Ribut, Ayam Wewe, Sate Rempelo Ati, Gadon Ayam, Gulai Ayam, dan Terik Usus.

Ada pula oseng-oseng dengan beragam menu dan tampilan. Seperti Oseng Daun Pepaya, Oseng Pare, Oseng Kangkung, Oseng Genjer, Oseng Kacang+Tahu, Oseng Kikil, Oseng Puter, Oseng Sawi, Oseng Tahu Lombok, Oseng Daun Singkong, Oseng Labu Siam, Oseng Mercon, Oseng Jantung Manis, Oseng Jantung Hati, Oseng Toge dan Oseng Tongkol Kacang Jagung, hingga Orak Arik Kacang Jagung.

Terdapat pula menu-menu berbahan dasar ikan atau seafood, seperti Lele Goreng, Bawal Goreng, Cumi-Cumi, Wader, Udang Kali, Pindang Lombok Ijo, Tongkol Goreng, Udang Lombok Ijo, Tongkol Lombok Ijo, Orak Arik Tongkol, Lele bumbu rujak, Bandeng Acar, Kakap Goreng, Mujahir Bumbu Rujak, dan Teri Buto Ijo. Begitu juga dengan variasi menu tahu dan tempe, mulai dari Tahu Bacem, Tahu Goreng, Tahu Bakso, Tahu Bumbu Rujak, Tahu Kecap, Tahu Kangkung, Tahu Bunting, Tahu Petis, Tahu Aduk-Aduk, Tempe Bacem, Tempe Goreng, Tempe Bajak, Tempe Setan, Tempe Jingkrak, Tempe bakar, Tempe Bumbu Rujak, hingga Tempe Aduk-Aduk.

Bagi Anda yang menyukai sayuran berkuah, rumah makan ini juga menyediakan sayuran, di antarnaya Sayur Asem, Sayur Lodeh Rebung, Sayur Bayam, Sayur Sop, Sayur Lodeh Terung, Sayur Lodeh Keluwih, Sayur Lodeh Gori, Sayur Asem Buncis, Sayur Oblok Daun Singkong, Sayur Asem Ayam, Sayur lodeh Tahu, dan Sayur Gandem. Berbagai jenis menu ini dilengkapi dengan sambal beragam rasa dan nama, mulai dari Sambel Iblis, Sambel Bawang, Sambel Terasi, Sambel Manis, Sambel Tampar, Sambel Goreng Tahu Rambak, Sambel Manggut P, Sambel Tumpang, Sambel Goreng Kentang, Sambal Goreng Godok, Sambel Goreng Printil, dan Sambal Pencit.

Beberapa menu diiringi oleh istilah yang aneh, seram, dan membuat bulu roma berdiri ketika membacanya, seperti Ayam Rambut Setan, Ayam Wewe, Dading Gendoruwo, Daging Setan, Teri Buto Ijo, Sambel Iblis, dan Tempe Setan. “Namun, jangan khawatir. Sama sekali tidak ada kaitannya dengan hal-hal gaib yang berbau mistik. itu hanya sebuah nama agar mudah diingat,” kata Yunita.

Rata-rata menu yang ditawarkan merupakan home cooking atau menu-menu khas rumahan yang hampir setiap harinya dikonsumsi oleh orang-orang Jawa pada umumnya. Semua menu yang ditawarkan telah tersaji di atas meja antik dan tertata secara elegan dan artistik di dalam gerabah yang terbuat dari tanah liat hasil kerajinan masyarakat Desa Pager Jurang, Bayat-Klaten, Jawa Tengah. Susunannya mengikuti pola letak meja yang tertata apik di tengah ruang resto. Sewaktu memilih menu kesukaan, Anda akan dipandu oleh pelayan-pelayan muda nan ramah, tampan, dan cantik berseragam batik khas Jawa.

Istimewanya lagi, semua menu spesial itu bisa dikombinasikan dengan nasi beras merah yang kaya akan vitamin, mineral, dan karbohidrat yang kompleks. Dan yang lebih dahsyat adalah hampir semua menu yang ada didominasi oleh rasa pedas yang bersumber dari cabe rawit. Maka, ketika menyantapnya rasa pedas kontan terasa di lidah Anda, sehingga membuat Anda ingin berjingkrak seketika, “Itulah sebabnya ikon yang diusung oleh resto ini adalah potret Mbah Jingkrak, seorang nenek funky memakai kain yang diangkat setinggi betis, mengenakan selop kayu dengan pose sedang berjingkrak karena kepedasan,” tuturnya.

Sebagai penawar rasa pedas, resto yang dibangun berdasarkan kombinasi benda-benda antik ini juga menawarkan beberapa minuman spesial, di antaranya Es Klamud (Kelapa Muda), Kolak Degan (Kelapa Muda Kolang Kaling), Es Jujur (Kelapa Muda, Cincau Hitam, dan Selasih), Es Buaya Darat (Manisan tumbuhan Lidah Buaya dan Biji Selasih), serta Es Campur Sari (Kelapa Muda, Tape Singkong, Cincau Hitam, Mutiara, Alpukat, dan Kolang Kaling). Ada pula Es Nandang Duyung atau Es Jatuh Cinta yang merupakan kombinasi dari Bubur Sumsum, Bubur Ketan hitam, Tape Singkong dan Selasih. Selain itu juga tersedia beberapa minuman tradisional khas Jawa seperti Kunir Asem, Beras Kencur, Gula Asam, dan Bandrek

Ketika berkunjung ke Warung Mbah Jingkrak, Anda tidak perlu khawatir akan membuat kantong Anda jebol, karena harga yang ditawarkan dipastikan terjangkau oleh keuangan Anda. Seporsi Ayam Rambut Setan, misalnya, Anda cukup mengeluarkan dana sebesar Rp 12. 727, ditambah nasi merah Rp 4.091, dan Es Nandang Duyung Rp 10.909. Jadi totalnya hanya RP. 28.545. Cukup murah bukan? Bonusnya Anda bisa menikmati berbagai koleksi benda-benda antik dengan suasana pedesaan di tengah kesibukan metropolitan. MRS




Tidak ada komentar: